Jalur Kereta NIS/KAI Purwosari - Wonogiri - Baturetno (1922 - Sekarang)

Jalur kereta api Purwosari - Baturetno merupakan jalur kereta api yang menghubungkan Stasiun Purwosari Solo ke Stasiun Wonogiri dan berakhir di Stasiun Baturetno. Jalur ini dibangun oleh NIS pada tahun 1922. Pada awalnya jalur ini dibangun dari Stasiun Solo Kota sampai ke Wonogiri, kemudian pada Tahun 1923 dilanjutkan sampai ke Baturetno. Pada tahun 1976 sebagai imbas dari pembangunan Waduk Gadjah Mungkur, jalur dari Wonogiri ke Baturetno ditutup karena jalur kereta terimbas genangan waduk dan hanya menyisakan jalur dari solo sampai wonogiri yang masih aktif sampai sekarang. Di masa jayanya di jaman kolonial, jalur ini merupakan jalur strategis angkutan batu gamping dari wilayah Wonogiri, Baturetno dan Pacitan yang banyak digunakan untuk produksi Pabrik Gula. 

Suasana Stasiun Sukoharjo Tahun 2017


Jalur ini sempat tidak aktif di tahun 2010 karena layanan Kereta Api Feeder Solo Wonogiri dihentikan pengoperasiannya, namun saat ini sudah aktif kembali dengan beroperasinya Kereta Railbus Bathara Kresna yang melayani perjalanan penumpang 2x setiap harinya. Jalur ini merupakan jalur unik karena di sebagian jalurnya berada di tepi jalan raya (tranway) yang sekarang hampir tidak ada lagi di Indonesia selain hanya di jalur ini. Selain itu, jalur ini juga masih menyisakan beberapa pemberhentian kereta bangunan kayu jaman belanda dimana pemberhentian sejenis di daerah lain di Indonesia kebanyakan sudah hancur tidak bersisa. Pemberhentian tersebut diantaranya adalah S. Kalisamin, S.Tekaran, S. Kepuh, dan S. Kronelan. Berikut ini di bawah adalah peta online yang memberikan gambaran tentang jalur kereta dan Stasiun yang masih aktif maupun yang pernah ada dan sekarang sudah hilang. 




Per 2022, Empat bangunan pemberhentian yang tersisa di atas telah dipindahkan ke Museum Kereta Api Ambarawa dan dipreservasi disana beserta beberapa bangunan stasiun dari lintas lain. 

Komentar

Postingan Populer