Jalur Kereta Api SS/PJKA Banjar - Cijulang (1916 - 1982)

Perkembangan eksploitasi sumber daya alam di Jawa pada masa setelah periode tanam paksa dicirikan dengan munculnya berbagai perkebunan dan industri pengolahannya. Hadirnya jalur kereta api tak pelak membawa cakrawala baru bahwa transportasi hasil bumi di Jawa bisa dilakukan secara efektif dan efisien. Jalur kereta api antara Stasiun Banjar di Kota Banjar ke daerah Cijulang di kawasan Pangandaran dibangun antara lain untuk tujuan tersebut. Adalah maskapal StaatsSpoorwegen yang menginisiasi pembangunan jalur tersebut yang diselesaikan pada bulan Desember 1916 untuk Jalur Banjar-Kalipucang dan menyusul pada Tahun 1921 untuk jalur Kalipucang-Cijulang. Dalam perkembangannya, selain angkutan barang, jalur kereta ini juga menjadi moda transportasi utama penduduk di wilayah Ciamis selatan untuk menuju Banjar dan Ciamis kota sampai tahun 1970-an. 

Jalur ini merupakan salah satu jalur pemandangan alam eksotis di wilayah Jawa Barat yang ditandai dengan jalur berkelok melintasi perbukitan dan pesisir Pantai Pangandaran sampai berakhir di Kota Cijulang. Terdapat beberapa terowongan (salah satunya adalah terowongan Wilhelmina yang merupakan terowongan Kereta Api terpanjang di Indonesia) dan beberapa jembatan. Jalur ini juga menawarkan pemandangan laut lepas yang di Pulau Jawa hanya bisa ditemui di kawasan Stasiun Plabuan Jawa Tengah dan Krenceng di Merak, Banten. 

Lemahnya perhatian pemerintah ke Perkeretaapian pada dekade 1980-an, berkurangnya pasokan pengiriman hasil bumi dari kawasan Pangandaran dan meningkatnya investasi moda transportasi jalan raya menyebabkan jalur ini semakin ditinggalkan penduduk dan akhirnya ditutup pada Tahun 1982. Cerita yang tersisa setelah tahun tersebut lebih banyak ke cerita menyedihkan dimana banyak rel yang dicuri, bangunan stasiun yang hilang (sekarang hanya menyisakan Stasiun Parigi, Pangandaran, Kalipucang dan Cijulang dengan kondisi memprihatinkan), jembatan dan terowongan tidak terawat dan cerita penduduk tentang betapa indahnya jalur ini di masa jaya-nya. 

Stasiun Cijulang, Memprihatinkan



Jalur ini konon merupakan salah satu jalur yang prioritas untuk direaktivasi mengingat potensi pariwisatanya yang besar, namun sampai sekarang masih menjadi wacana saja. 




Sumber : 
https://id.wikipedia.org/wiki/Jalur_kereta_api_Banjar-Cijulang
http://travel.kompas.com/read/2014/04/21/1033020/Janji.Manis.untuk.Wilhelmina
https://www.facebook.com/media/set/?set=oa.556927737774093&type=1

Komentar

Postingan Populer