Jalur Kereta Api Tram SS/PJKA Rambipuji - Balung - Ambulu - Puger (1913 - 1972)

Pada tahun 1913, salah satu cabang perusahaan SS yang mengelola jalur kereta api tram di wilayah timur, yaitu Staaspoorwegen Oosternet membangun jalur tram dengan lebar rel 600mm (mirip decauville/rel lori) dari Rambipuji menuju Balung, dan dari Balung rel kereta bercabang dua, satu menuju Puger dan satu menuju Ambulu. Jalur ini melengkapi layanan perkeretaapian yang sudah dibangun lebih dulu di sebelah baratnya (rute Klakah - Lumajang - Pasirian). Jalur tram ini berada di pinggir jalan raya, termasuk dengan pemberhentian/stasiunnya.



Seiring dengan pembangunan jalur kereta api dari Lumajang menuju Rambipuji melalui Balung pada Tahun 1928-1929, jalur tram dari Rambipuji ke Balung dinonaktifkan, digeser trasenya sekitar 100 - 300 meter ke sebelah barat, dan ditingkatkan lebar relnya menjadi 1067mm, Termasuk disini, beberapa stasiun dibongkar dan dibangun ulang dengan lebih besar dan megah, seperti misalnya Stasiun Rawatamtu. Jalur dari Balung menuju Ambulu dan Puger masih dipertahankan pengoperasiannya (disambungkan dari Stasiun Balung tram ke Stasiun Balung), namun kemudian dinonaktifkan pada Tahun 1945 (kemungkinan besar oleh Pemerintah Jepang). Terkait dengan jalur tram dari Balung ke Ambulu, terdapat informasi  lain yang menyebutkan bahwa jalur tersebut baru dinonaktifkan tahun 1972, dan sempat di-regauge alias ditingkatkan lebar relnya dari rel 600mm ke cape gauge 1067mm.



Stasiun Puger di Masa Lalu

Komentar

  1. jalur ke puger sama sekali tidak ada jejaknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tergusur jalan raya. Karena memang dulu relnya persis di samping jalan

      Hapus
  2. Lalu dari tahun 1930-1945, jalur yang menuju Puger apakah memang berada di jalan stasiun balung? Apakah tidak terlalu menikung? Lalu sejak kapan rel menuju ambulu pindah lokasi?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer